HEADLINE

Kepala DPPA Musi Rawas M. Rozak.,S.E Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMPN Muara Beliti 

Musi Rawas.SP. Sebagaimana apa yang menjadi target Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPA) bahwa Musi Rawas harus zero kejadian bullying di tengah masyarakat, di sekolah tingkat dasar, tingkat pertama maupun di tingkat umum.

Untuk memaksimalkan target tersebut, sudah tentu berbagai strategi dilakukan oleh Kepala DPPA M Rozak, salah satunya menyampaikan metode antispasi bullying di lingkungan sekolah. Selasa (24/09/2024).

Dijelaskan M Rozak, bullying adalah tindakan yang tidak menyenangkan seseorang kepada orang lain dalam bentuk dunia maya maupun dunia nyata, bullying dapat terjadi pada kelompok perkelompok maupun orang perseorangan.

” Tentunya kita tidak bisa sambil duduk diam kemudian mendapatkan progres capaian-capaian,” ujar M Rozak mengawali pembicaraan.

Dari kacamata orang nomor satu di DPPA Musi Rawas ini, sosialisasi di lingkungan sekolah sangat diperlukan karena menurutnya interaksi rutin antara siswa sesama siswa, guru dengan murid, sehingga memungkinkan akibat pertemuan yang intens tersebut terjadi kesalahpahaman.

Interaksi seperti inilah yang menjadi rentan antara guru murid serta murid sesama murid berpotensi terjadi gesekan.

Alhasil katanya, seperti di daerah lain ada sesama murid terjadi bullying dan tidak hanya itu guru pun tidak menutup kemungkinan melakukan hal yang sama.

Untuk mengantisipasi kejadian itu, M Rozak sudah melakukan terobosan-terobosan sehingga Kabupaten Musi Rawas mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak berturut-turut sejak tahun 2022 yang lalu.

” Walaupun dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi DPPA untuk tidak bekerja, ada motivasi ikhlas dan mencintai pekerjaan adalah konsepnya,” kata M Rozak saat dikunjungi awak media. Jumat (11/10/2024).

Diakhir sosialisasi M Rozak menarik kesimpulan bahwa bullying dapat dikategorikan sebagai salah peyebab yang dapat menggangu pertumbuhan siswa, untuk itu katanya, ia berharap kejadian yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak ini dapat diminimalisir kejadiannya bahkan ia berharap di Kabupaten Musi Rawas tidak ada bullying lagi. (Epran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page