Gubernur Sumsel Apresiasi Lubuk Linggau Sukses Tuan Rumah Peringatan HUT PWI ke-77 dan HPN
Lubuk Linggau.SP. Malam puncak gelaran Peringatan HUT ke 77 PWI /HPN dan Porseniwada Tahun 2023 Sumatera Selatan di ballroom Hotel Grand Zuri Kota Lubuk Linggau dengan tajuk Pers Sehat Demokrasi Berkualitas Pembangunan Daerah Maju sukses digelar, turut hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru sebagai tamu kehormatan, turut hadir Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu, Wali Kota Lubuk Linggau H SN Prana Putra Sohe, Ketua PWI Lubuk Linggau Imam Santoso, Ketua PWI PWI Atal Sembiring Depari, Ketua PWI Sumsel Dr.H Firdaus Komar, Sekwan Lubuk Linggau Imam Senen, Sekda Lubuk Linggau Trisko Defriansya, Sekda Provinsi Lampung, Ketua PWI Lampung dan pimpinan Forkopimda Kota Lubuk Linggau.
Dalam suksesinya, baik gubernur, Wali Kota Lubuk Linggau maupun ketua dewan pers yang menjadi narasumber saat gala puncak Hari Pers Nasional (HPN) sangat mengapresiasi gelaran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Lubuk Linggau, selama tiga hari penyelenggaraan kegiatan seluruh peserta yang terdiri dari jurnalis Se-sumsel membaur mengikuti berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan seperti lomba Bulutangkis, Gaple, Mini Soccer, Tenis Meja, Karoke dan Lomba Adzan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumsel Dr Firdaus Komar dalam kesempatannya mengatakan lomba Porseniwada adalah salah satu ajang kepada kuli tinta untuk saling mengenal satu sama lain, disamping beberapa cabor yang dipertandingkan merupakan keinginan jurnalis untuk merasakan seperti apa menang dan kalah dalam suatu perlombaan.
” Karena jurnalis ini kesehariannya adalah memberi informasi kepada publik,” ujarnya. Sabtu (05/08/2023).
Di momen yang sama, Gubernur Sumsel H Herman Deru sesaat membuka acara mengatakan, kewajiban bagi dirinya untuk selalu hadir ketika perayaan HUT PWI maupun HPN bahkan saat ia menjadi bupati dahulu.
” Dengan usia 77 tahun PWI, sangat apresiasi PWI masih eksistensinya masih terjaga hingga sekarang, kita sama tau di era sekarang bagaimana mendapatkan informasi semudah membalikkan telapak tangan,” kata Herman Deru.
Lanjut Herman Deru, ucapan syukur wajib ucapkan kepada PWI hingga sekarang masih survive dengan tantangan zaman yang serba elektronik, digitalisasi penyajian informasi yang real time, update informasi yang sama ketika suatu daerah atau negara mengalami suatu kejadian yang menyita perhatian publik.

Dan itu semua menurut Herman Deru adalah Ikatan batin sesama rekan pers menjadikan PWI masih eksis, dirinya selalu mendorong pihak Pemkab maupun Pemkot di Sumsel untuk mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebab disanalah wartawan sebagai Insan pers memahami ilmu dasar wartawan beserta kode etiknya.
” Kalau bisa jangan lagi wartawan menulis dengan judul berita di duga ataupun ditenggarai,” selorohnya.
Pada waktu yang sama, Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu dalam prolognya menyebutkan beberapa jurnalis sering menjadikan profesi wartawan sebagai alat untuk meneror narasumber dengan berbagai modus untuk menghasilkan uang bukan memberikan sebuah karya, kejadian seperti ini yang menciderai dunia jurnalistik.
” Saya meyakini jika ada sebuah karya telah dihasilkan maka oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut akan hilang dengan sendirinya, maka konsep Jurnalis Berkualitas akan menyeleksi bagaimana pers itu seharusnya,” ucap Nining.
Senada dengan Nining Rahayu, Wali Kota Lubuk Linggau memberi masukan kepada pemerintah agar aturan yang mengatur jurnalis segera direvisi, menurutnya, produk pers yang lahir pada masa reformasi adalah produk yang kebablasan sehingga begitu banyak ruang yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
” Banyak ketentuan-ketentuan di undang-undang pers yang harus dipertegas dan kuat ini demi pers yang kuat dan bermartabat,” ujarnya.
Selanjutnya, menutup seminar Wali Kota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe berharap kepada jurnalis yang hadir agar tidak kecewa dengan pelayanan yang telah dipersiapkan oleh panitia, dia mengatakan sudah pasti banyak kekurangan selama penyelenggaraan.
” Dengan melihat wartawan yang ikut kompetisi tadi semua semoga wartawan sehat selalu baik jasmani maupun rohani,” diakhiri Nanan panggilan akrabnya. (Epran)

