HUKUM & KRIMINAL

Limbah Minyak Ilegal Drilling Cemari Sungai, Nelayan Gagal Panen

Muba.SP. Bagi warga muba ilegal Drilling atau pengemboran minyak liar bukanlah hal baru. Khususnya di kawasan kecamatan Sanga desa Kabupaten Musi Banyuasin.

Hasil pantauan di lapangan, kondisi sungai semakin memprihatinkan, terkhusus di beberapa Sungai di desa keban 1 kecamatan Sanga desa sudah tercemar limbah minyak akibat pengeboran liar atau ilegal drilling. Sabtu(31/07/2021).

Dalam minyak mentah setidaknya terdapat empat bahan berbahaya yang bisa berdampak langsung bagi masyarakat, keempat bahan tersebut adalah benzene (C6 H6),toluene(C7H8),cylene(C8H10) serta sejumlah logam berat seperti tembaga (CU),arsen(air),merkuri(HG)dan timbal(Pb) bahan-bahan berbahaya dari minyak mentah tersebut akan berdampak pada pernapasan, pencernaan dan kulit atau mata.

Tidak hanya bau menyengat, tanah dan sungai- sungai kecil yang ada di lokasi tersebut tampak telah tercemar paparan minyak.

Disampaikan oleh warga desa keban 1 berinisial A “,saya pemenang lelang Lebak lebung sungai alai, namun saya gagal panen dikarenakan ikan mati akibat limbah minyak yang mengalir di sepanjang sungai alai,” keluhnya.

Apalagi jika turun hujan lebat, aliran limbah minyak yang mengalir ke anak sungai akan meluber ke kebun sawit warga sehingga tergenang di dalam parit dan di lebak-lebak disekitar, efeknya sawit kami mengalami stres ,” timpal warga lain.

Ketika berita ini ditayangkan aktivitas pengeboran ilegal diatas lahan Rudi sampai saat ini belum bisa di komfirmasikan. (Tnt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page