Digilir ramai ramai sebelum di bunuh, 3 dari 5 pelaku di ciduk
Silampari pers, Muba – Tim Sparta Crime Hunter Polsek Sanga Desa bersama Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin berhasil mengungkap kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan yang dialami oleh Roaini (28) warga Desa Panai Kecamatan Sanga Desa yang mayat nya ditemukan mengapung di Sungai Panai pada hari Rabu pagi (7/7/2021) lalu.
Tiga dari lima orang pelaku yakni AL (30), RH (24), dan JP (19) berhasil diringkus oleh aparat pada hari Sabtu (10/7) di dua tempat berbeda. Pelaku AL dan RH ditangkap ditempat persembunyiannya di Desa Rejo Sari Kecamatan Jirak Jaya dan pelaku JP ditangkap dirumahnya di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa. Sedangkan dua pelaku lainnya yaitu CN dan SK selaku otak pelaku pembunuhan, saat ini masih dalam pengejaran (DPO).
Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan (11/7) kemarin didapati peran dari masing-masing pelaku. Dimana saat itu diketahui bahwa korban sebelum dieksekusi dengan cara dipukul pakai kayu dan ditusuk, serta dibuang ke sungai, terlebih dahulu digilir (perkosa, red) ramai-ramai oleh kelima orang pelaku. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian juga didapati fakta bahwa pemerkosaan dan pembunuhan tersebut dilakukan atas motif dendam atau sakit hati.
“Motifnya sakit hati. Saat ini kita sudah mengamankan tiga dari lima tersangka yang juga turut terlibat dalam aksi kejahatan ini,” ungkap Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin, SH didampingi Kapolsek Sanga Desa IPTU Yohan Wiranata, SH dan Kanit Reskrim Polsek Sanga Desa IPDA Joharmen, SH MSi.
Lanjutnya, “Pelaku AL ini bahkan ikut mengangkat mayat korban pada saat evakuasi kemarin. Terhadap tersangka ini akan dikenakan Pasal Primer 340 KUHP jo pasal 55 KUHP subsider dan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” ujar Kasat Reskrim.
Sementara itu salah satu pelaku yakni AL mengaku bahwa dirinya ikut mengevakuasi jasad korban karena merasa bersalah telah ikut memperkosa dan membunuh korban.
“Nyesal aku pak. Dio (korban, red) juga datang ke rumah aku dalam bentuk bayangan,” katanya.
Terpisah Pj Kades Panai Fauziah, SE MM mengucapkan terimakasih atas kerja keras pihak kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Desa Panai.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Muba dan Polsek Sanga Desa beserta seluruh jajaran atas terungkapnya kasus ini. Kami bersyukur dari banyaknya kasus pembunuhan di Sanga Desa yang tidak terungkap, kasus ini bisa terungkap dengan cepat. Mewakili masyarakat dan keluarga korban sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” tutupnya. (rill/tnt)